Selasa, 31 Mei 2011

Utang Jangka Pendek ( Short Term Liability)


 Sahabat ummu..Bismillahirrohmanirrohimmm dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang.sahabat disini saya akan menuliskan sebuah materi kuliah kemarin tepatnya awal menginjak semester 4 ini, banyak  materi yang didapat diantaranya mengenai Utang jangka pendek dan utang jangka panjang, dalam kesempatan ini saya fokuskan ke maslaah utang jangka pendek untuk utang jangka panjang nanti InsyaAllah akan diposting lagi, semoga masih diberi kesempatan. Amien ya Allah, ini salah satu bahan ujian tengah semester(UTS) kemarin. perlu dibelai dan disayang-sayang lagi ini materi, hehehe. start Now untuk mengawali sebuah Perubahan....untuk menuju perubahan BESARRR.. InsyaAllah.

 UTANG JANGKA PENDEK
(SHORT TERM LIABILITY)

Defisi Liability
  • Pengorbanan manfaat ekonomi dimasa mendatang yg mungkin terjadi (probable) untuk mentransfer aktiva/ menyediakan jasa akibat transaksi masa lalu.
Contoh :

Membeli kredit sekarang ---> membayar dimasa mendatang.
Menerbitkan Obligasi --> Melunasi saat jatuh tempo.
Menjual dengan garansi --> Menyediakan Servis saat terjadi kerusakan.

Liability terdiri dari 3 kelompok ( Kategori) :
  1. Ekstensi dan nilainya pasti , Contoh : Account payable, Bonds Payable, Notes Payable.
  2. Taksiran kewajiban --> pasti terjadi tapi belum pasti. Contoh : Kewajiban garansi (Waranty Obligation)
  3. Kewajiban Bersyarat ( Contigent Liability) -->Kejadiannya belum pasti baik nilai sudah pasti/ belum., Contoh : Kewajiban membayar tuntutan jika kalah dalam pengadilan.
Masing-masing kategori dapat diklasifikasikan baik jangka pendek maupun jangka panjang, tergantung ciri yang melekat.

KLASIFIKASI KEWAJIBAN
  1. Kewajiban jangka pendek (Short Term Liability)                                                                                Definisi : - Kewajiban yang memiliki umur sampai dengan satu siklus operasi perusahaan , kewajiban yang akan dibiayai dengan aset lancar atau dengan utang lancar lainya. dicatat sebesar nilai nominalnya. Contoh : Account payable, Short term notes payable, tax payable.
  2. Kewwajiban jangka panjang ( Long Term Liability)                                                                           Definisi : Kewajiban yang dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu taun atau dilunasi dengan non current Asset. Dicatat sebesar bilai  nominalnya. Contoh : Bonds payable, Longterm notes payable, tax payable.
Posisi liability di neraca:



Asset Liabilities   
   Current Asset      Short Term Liabilities
Non Current Asset             Account Payable
             …………
            Long Term Liabilities
            Long Term Debt
Owners Equity
            Stock
            Retairned Earnings
Total Asset Liabilities + Owner Equity    

UTANG JANGKA PENDEK YANG PASTI
Sudah pasti baik kejadiannya maupun jumlahnya, Terdiri dari :
  1. Account Payable
  2. Short therm Notes Payable
  3. Deviden Payable
  4. Prepaid Revenue
  5. Long Term debt to be mature
  6. Short term liabilities yang dibiayai dengan other short term liabilities
  7. Wages and salaries payable
  8. Accrued Exspense
  9. Dana pihak ke tiga : potongan PPh, PPN
Utang jangka pendek yg pasti
Contoh transaksi :


- Pembelian kredit
Jurnal : Inventory / Purchase
                     Account Payable / Notes payable
- Utang Wesel
Jurnal : Cash
                Notes Payable
- Pengumuman pembagian Devidan tunai / deviden saham
Jurnal : Retairned Earning
                   Cash Dividen /  Stock Dividen payable
- Pendapatan diterima dimuka ( sewa, bunga, uang muka)
Jurnal : Cash
                Prepaid Interest/ Rent Revenue
-  Utang Jangka panjang yang jatuh tempo
Jurnal : Bonds payable / Notes Payable (LT)
                   Bonds Payable/ Notes Payable ( ST)
- Utang jangka pendek dibiayai dengan jenis utang jangka pendek
Jurnal :Account Payable
                  Notes Payable (ST)
-Biaya maih akan dibayar ( Gaji, Sewa, bunga, dll )
Jurnal : Wages and salaries Exspense
                    Wages and salaries payable

-Biaya gaji dengan memotong pajak, asuransi, dll
Jurnal : Wages & Salaries Expense
                      Employes tax income
                      Cash

Penghapusan Utang Jangka Pendek yg Pasti


Contoh Transaksi

-Pelunasan dengan kas
Jurnal : Account Payable / Notes Payable
                     Cash
- Pelunasan dengan utang jangka panjang
Jurnal : Account Payable /  Notes Payable
                       Bonds Payable / Notes Payable (LT)
-Pelunasan dengan aktiva non kas
Jurnal :Account Payable / Notes Payable
                     Land / Building / Investment in TS
- Pembayaran deviden tunai / deviden saham
Jurnal : Cash Daevidend Payable
                      Cash
            Stock Devident Payable
                      Capital Stock
                       Paid In Capital


TAKSIRAN UTANG JANGKA PENDEK
- sudah pasti kejadianya tapi jumlahnya belum
- Jenis - jenis Taksiran Utang Jangka Pendek :

No JENIS TAKSIRAN UTANG KAPAN PASTINYA ?
1 Taksiran Utang PPh Diterbitkannya SKP
2 Taksiran Utang Hadiah Masa hadiah berakir, tau hadiah diambil
3 Taksiran Utang garansi Masa berakhir atau garansi diambil
4 Taksiran Utang Pensiun Pembayaran pensiun

UTANG BERSYARAT JANGKA PENDEK
-Belum pasti kejadiannya, baik jumlahnya sudah pasti maupun belum
-Terdiri dari :
  1. Piutang Wesel didiskontokan dan piutang dijaminkan.
  2. Pengesahan bersyarat atas wesel-wesel
  3. Sengketa hukum
  4. Tambahan pajak yang belum jelas kepastiannya
  5. Jaminan terhadap utang anak perusahaan
  6. Garansi terhadap penurunan harga barang yg dijual



    UTANG JANGKA PANJANG-------> next time :D
































    Materi Kuliah

    Sahabat Ummu..Bismillahirrohmanirrohimm dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang...Semoga selalu dibawah naung-Nya. Amien. 
    setelah saya tengok materi kuliah kemarin kalau tidak salah materi kuliah pada saat masih duduk dibangku kuliah semester pertama, hehe..awal awal..ingat yang jadi momok saya pada waktu itu. Adjusting Entries atau biasa disebut jurnal penyesuaian.iya entah karena jurnalnya terbalik atau gak salah masukin kategori,,hehe (malu) tapi tidak apa. tidak ada salahnya kita kupas lagi materi itu untuk menguatkan pemahaman kita..(baca: diri saya pribadi khususnya dan sahabat ummu pada umumnya), kalau sudah paham dan hafal diluar kepala ( maksudnya karena sudah paham jadi lebih mudah mempraktekannya dilapangan, kalo ditanya sama adik kita/ teman kita, kita siap untuk menjelaskan tanpa harus bilang" lupa , lupa hehehe...(saya sndiri mksdnya) begituuu ) karena terbalik atau salah psisi jadi buat laporan keuangan pun tidak balance (kalau sdh seperti ini,,,hehe tau sendiri)
    .Sekarang  mari kita ulangi a lagi. semoga bermanfaat untuk diri saya pribadi  khususnya dan sahabat ummu pada umumnya !* Right (kata bang ippho)

    -----JURNAL PENYESUAIAN----


    Neraca saldo merupakan bahan pokok untuk menyususn laporan keuangan Rekening yang sudah menunjukkan keadaan yang sebenarnya digunakan untuk menyusun laporan keuangan, sedangkan yang belum menunjukkan keadaaan sebenarnya harus disesuaikan lebih dahulu.

       REKENING YANG PERLU DISESUAIKAN

    Rekening yang biasanya memerlukan penyesuaian antara lain :

    1.      Perlengkapan / Bahan habis pakai ( Supplies )
    2.      Beban dibayar di muka ( Prepaid Expense )
    3.      Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue )
    4.      Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense )
    5.      Pendapatan yang masih harus diterima//piutang pendapatan ( Accrued Income )
    6.      Penyusutan aktiva tetap ( Depreciation )

    Contoh data penyesuaian dan jurnalnya.

    1. Perlengkapan ( Supplies )

    Perlengkapan di neraca saldo memeprlihatkan jumlah Rp. 600.000,00 . Setelah dihitung secara phisik persediaan perlengkapan pada tanggal 31 Desember Rp. 200.000,00. Ini berarti perlengkapan yang telah dipakai untuk kegiatan persahaan berjumlah Rp. 200.000,00. Ini berarti perlengkapan yn telah dipakai untuk kegiatan perusahaan berjumlah Rp. 400.000,00.

    Jurnal Penyesuaian :

    Beban Perlengkapan                                       Rp. 4000.000,00
                Perlengkapan                                                                           Rp. 400.000,00

    1.      Beban dibayar dimuka ( Prepaid Expense )

    Ada dua cara pencatatan pada waktu melakukan pembayaran beban ( biaya ) :
    a.       Pendekatan Neraca, yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening “ Beban dibayar di muka “
    b.      Pendekatan Rugi Laba, yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening “ Beban….”

    Contoh :
    Pada Tanggal 1 April 1990 membayar premi asuransi untuk satu tahun Rp. 240.000,00.

    a.       Jika menggunakan pendekatan neraca, transaksi tersebut dicatat dalam rekening :

    Asuransi dibayar dimuka ( Debet )           Rp. 240.000,00
          Kas ( Kredit )                                                                          Rp. 240.000,00

    Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening asuransi dibayar di muka di neraca saldo 31 Desember 1990.
    Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut sebenarnya asuransi yang sudah dimanfaatkan adalah 9 bulan ( 1 April 1990 – 31 Desember 1990 ). Ini berarti sejumlah Rp. 180.000,00 ( 9/12 x Rp. 240.000,00 ) sudah menjadi beban tahun 1990. Maka jumlah tersebut harus dipindahkan dari rekening “ Asuransi dibayar dimuka “ ke rekening “ Beban Asuransi “ dengan jurnal penyesuaian :

    Beban Asuransi                                         Rp. 180.000,00
          Asuransi dibayar di muka                                                       Rp. 180.000,00

    b.      Jika menggunakan Pendekatan Rugi Laba , transaksi pada contoh di atas pada tanggal 1 April 1990, dicatat dalam rekening :

    Biaya Asuransi ( debet )                           Rp. 240.000,00
          Kas ( Kredit )                                                                          Rp. 240.000,00

    Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 sebenarnya yang sudah menjadi beban baru 9 bulan ( Rp. 180.000,00 ). Sedangkan sisanya ( Rp. 60.000,00 ) bukan merupakan beban tahun 1990.
    Maka jumlah yang eblum merupakan beban tersebut harus di pindahkan dari rekening ” Biaya Asuransi “ ke rekening “Asuransi dibayar di muka “ , dengan jurnal penyesuaian :

    Asuransi dibayar di muka                         Rp. 60.000,00
          Beban Asuransi                                                                       Rp. 60.000,00

    Untuk lebih jelasnya, perhitungan mana yang sudah, dan mana yang belum menjadi beban dapat dilukiskan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :

    ¼ - 90                                                                                                             31/12 – 90                                      ¼ -91







    8 Bulan                                                                                     3 bulan

                            Sudah menjadi beban                                                                Belum menjadi beban

    Dari contoh dan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
    a.      Jika pada saat pembayaran belum dicatat dalam rekening asuransi dibayar di muka, maka penyesuaiannya : Rekening Asuransi dibayar di muka di kredit sebesar yang sudah menjadi beban, dan rekening Beban asuransi di debet sejumlah itu .
    b.      Jika pada saat pembayaran dicatat dalam rekening beban Asuransi, maka penyesuaiannya : Rekening Beban asuransi dikredit sebesar yang belum menjadi beban, dan rekening Asuransi dibayar dimuka di debet sejumlah itu.

    3. Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue )

    Pada waktu menerima pendapatn pada umumnya dicatat dalam rekening pendapatan ( Pendekatan Rugi – Laba ), tetapi kadang – kadang pendapatan yang diterima untuk lebih dari satu periode dicatat dalam rekening Pendapatan diterima di muka ( Pendekatan neraca ).

    Contoh :

    Pada tanggal 1 Juli 1990 diterima sewa untuk 2 tahun Rp. 2.000.000,00.

    a.       Jika mengunakan pendekatan neraca transaksi tersebut di catat dalam rekening :

    Kas ( debit )                                              Rp. 2.000.000,00
          Sewa diterima di muka ( kredit )                                            Rp. 2.000.000,00

    Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening sewa diterima di muka di neraca saldo 31 Desember 1990.
    Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut, sebenarnya yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990, adalah 6 bulan ( 1 Jli 1990 – 31 Desember 1990) = 6/24 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 ) belum merupakan pendapatan tahun 1990.
    Karena pada saat penerimaan sewa dicatat dalam rekening sewa diterima di muka maka untuk jumlah yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990 harus dipindahkan ke rekening Pendapatan Sewa dengan jurnal Penyesuaian  sebagai berikut :

    Sewa diterima di muka                             Rp. 500.000,00
          Pendapatan sewa                                                                    Rp. 500.000,00

    b.      Jika menggunakan pendekatan Rugi – Laba, transaksi di atas dicatat dalam rekening :

    Kas ( debit )                                              Rp. 2.000.000,00
          Pendapatan sewa ( kredit )                                                     Rp. 2.000.000,00

    Sampai dengan tanggal 31 Desemmber 1990, sebenarnya yang sudahmerupakan pendapatan tahun 1990 adalah Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 ) belum merupakan pendapatan.
    Jumlah ini harus dipindahkan ke rekening Pendapatan Sewa diterima di muka dengan jurnal penyesuaian :

    Pendapatan sewa                                      Rp. 1.500.000,00
          Sewa diterima di muka                                                           Rp. 1.500.000,00

    Untuk lebih jelasnya perhitungan mana yang sudah dan mana yang belum merupakan pendapatan , dapat dilakukan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :


    4.  Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense )

                Perusahaan membayar gaji pegawai mingguan tiap hari sabtu. Tarif gaji Rp.  40.000,00 per hari. Pembayaran gaji terakhir tanggal 27 Desember dengan demikian gaji karyawan tanggal 29, 30, dan 31 Desember belum di bayar karena baru akan di bayar pada hari Sabtu tanggal 3 Januari tahun berikutnya. Ini berarti sampai akhir periode akuntansi terdapat gaji yang beluum di bayar 3 hari @ Rp. 40.000,00 = Rp. 120.000,00.

    Jurnal penyesuaiannya:
    Beban gaji                               Rp.   120.000,00
                Utang gaji                                           Rp.  120.000,00


    5. Pendapatan yang harus di terima/piutang pendapatan (Accrued Income)

                Suatu perusahaan menyimpan uang di Bank Pasifik, Rp.  1.000,000,00 pada tangggal 1 September 1990. Suku bunga 18%, bunga di terima 6 bulan sekali (tiap 1 Maret – 1 September).
    Ini berarti bunga 6 bulan pertama baru akan di terima tanggal 1 Maret 1991 sehingga sampai akhir periode akuntansi, terdapat bunga yang di tunda penerimaannya selama 4 bulan (1 September – 31 Desember) yaitu 4/12 x 18% x Rp. 1.000.000,00 = Rp.  60.000,00.

    Jurnal penyesuaiannya:

    Piutang bunga                                                             Rp. 60.000,00
                Pendapatan bunga                                                       Rp. 60.000,00



    6.  Penyusutan Aktiva Tetap (depreciation)
               
                Dineraca saldo rekening peralatan kantor memperlihatkan jumlah Rp.  1.000.000,00 di putuskan untuk mengadakan penyusutan 10% per tahun. Ini berarti penyusutan tiap tahun = 10% x Rp  1.000.000,00 = Rp.  100.000,00.

    Jurnal pnyesuaiannya:

    Beban pnyusutan peralatan                             Rp.  100.000,00
                Akumulasi pnyusutan peralatan                                  Rp.  100.000,00


    CONTOH SOAL

                Neraca saldo Perusahaan Angkutan “Nyaman”. Pada tanggal 31 Desembar 1990 adalah sebagai berikut:



    No.

    Nama Rekening

    Debet

    Kredit


    101
    102
    103
    104
    121
    122
    201
    301
    302
    401
    501
    502
    503
    509


    Kas
    Piutang usaha
    Perlengkapan
    Sewa di bayar dimuka
    Kendaraan
    Akumul;asi penyusutan Kendaraan
    Utang usaha
    Modal H. Ahmad
    Prive H. Ahmad
    Pendapatan angkutan
    Beban gaji
    Beban bunga
    Beban asuransi
    Beban lain-lain

    Rp.     1.800.000,00
    Rp.     1.500.000,00
    Rp.        500.000,00
    Rp.     2.000.000,00
    Rp. 100.000.000,00
    -
    -
    -
    Rp.       600.000,00
    -
    Rp.   16.000.000,00
    Rp.        700.000,00
    Rp.     1.800.000,00
    Rp.        100.000,00

    -
    -
    -
    -
    -
    Rp.      40.000.000,00
    Rp.        5.000.000,00
    Rp.      50.000.000,00
    -
    Rp.      30.000.000,00
    -
    -
    -
    -



    Rp. 125.000.000,00

    Rp.    125.000.000,00




    Data Penyesuaian:

    a.       Persediaan perlengkapaan paadaa tanggal 31 Desember Rp.  200.000,00.
    b.      Sewa di bayar tanggal 1 April 1990 untuk 1 tahun.
    c.       Kendaraan di susutkan 20% setahun.
    d.      Pendapatan angkutan yang masih harus diterima Rp.  1.500.000,00.
    e.       Gaji karyawan yaang maasih harus di bayar Rp.  300.000,00.
    f.       Bunga yang masih harus di bayar Rp. 50.000,00.
    g.      Asuransi dibayr tangggal 1 September 1990 untuk 1 tahun.
    Berdasarkan Neraca saldo dan data penyesuaian di atas, buatlah jurnal Penyesuaian!

    Jawab:

    Tanggal
    Uraian
    Ref.
    Debet
    Kredit
    1990
    Des.

    31

    31

    31

    31

    31

    31

    31

    Beban Perlengkapan
               Perlengkapan
    Beban Sewa
               Sewa dibayar di muka
    Beban Penyusutan Kendaraan
               Akumulasi Penyusutan Kendaraan
    Piutang Pendapatan Angkutan
               Pendapatan Angkutan
    Beban Gaji
               Utang Gaji
    Beban Bunga
               Utang Bunga
    Asuransi dibayar di muka
               Beban Asuransi


        300.000,00
    -
     1.500.000,00
    -
    20.000.000,00
    -
      1.500.000,00
    -
         300.000,00
    -
           50.000,00
    -
      1.200.000,00
    -

    -
      3 00.000,00
    -
     1.500.000,00
    -
    20.000.000,00
    -
      1.500.000,00
    -
        300.000,00
    -
          50.000,00
    -
      1.200.000,00
    24.850.000,00
    24..850.000,,00



    Penjelasan :

    a.       Perlengkapam yang sudah  di pakai = Rp. 500.000,00 – Rp. 200.000,00 = Rp. 300.000,00.
    b.      Sewa yang sudah menjadi beban tahun 1990 9 bulan ( 1 April – 31 April Desember 1990 = 9/12 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 1.500.000,00.
    c.       Penyusutan kendaraan 1 tahun = 20 % x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 20.000.000,00.
    d.      Pendapatan Angkutan yang masih harus diterima sudah merupakan pendapatan tetapi belum diterima pembayarannya.
    e.       Gaji yang masih harus dibayar merupakan  utang perusahaan kepada karyawan yang sebenarnya sudah menjadi beban tahun 1990.
    f.       Bunga yang masih harus dibayar merupakan bunga yang sudahh menjadi beban tahun 1990 tetapi masih ditangguhkan pembayarannya.
    g.      Asuransi yang sudah menjadi beban tahun 1990 adalah 4 bulan ( 1 September – 31 Desember 1990 ) = 4/12 x Rp. 1.800.000,00 = Rp. 600.000,00. Sisa ( Rp. 1.200.000,00 ) belum merupakan tehun 1990, maka harus dipindahkan ke rekening Asuransi di bayar di muka.




    Kasihan AkunQ ^^(ada hikmah dibalik semuanya jadi....)

    Sahabat Ummu ( ummu_tarti).Bismillahirrohmanirrohimm dengan Asma-Mu ya Allah Q memulai semua aktifitas  ini..start write--> :) Menginjak semester 4 kali ini ehh sdh pertengahan *ding apa yang akan saya lakukan, apa yg harus diubah, mulai dari kebiasaan, cara belajar dan lain sebagainya.
    Kejadian kemarin tgl 20 malam 21 mei 2011 krang lebih jam 21 lewat sekian menit pastinya saya lupa ,, find find-->, jadwal ujian masih ada ditas kecil itu, Q tengok ---> Akuntansi, wahhh Astaagfirullah.....dalam hati " siap gak siap harus belajar dengan ekstra, cari2 coretan  bnyak materi yg belum disentuh, belum dibelai. mengingat banyak sekali materi yang Q tinggalkan, Q cuekin ( hkss afwan ya shabatQ?) ya Allah apa yg telah Q lakukan smpai2 lupa,,,'m sorry .:`( .mulai Q baca2 coretan2 itu, berharap bisa membantuQ besok ketika ujian berlangsung....paham, tidak paham, sadar tidak sadar. kata adek Q " dijajal seklah mbak " hehe. betul juga apa kata dia (sang adik),,Alhamdulillah sedikit termotivasi untuk memulainya lagi....sampai akhirnya setelah sholat malam Q ulangi lagi membelai secarik kertas dengan coretan2 indah itu.//''/'''/'//**66%%65^5 sampai pagi ba'da subuh Q baru bisa tidur sampai2 alarm bunyipun tdk kedengeran Astagfirullah aladzim, bnar apa yang dikatakan ustadzahQ waktu itu " Waktu Subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barokah yang seharusnya kita manfaatkan dengan optimal. Rasulullah SAW memberikan contoh dgn tidak pernah tidur lagi usai mendirikan sholat Subuh di masjid. Berdzikir, tilawah dan tadabbur Al-Qur’an adlah amalan yg bisa dilakukan ba’da sholat Subuh hingga terbit matahari. Banyak dzikir ma’tsurat diajarkan oleh beliau yang bisa diamalkan.
    Jika sholat Subuh kita lakukan di masjid secara rutin dan setelahnya tidak tidur. Namun, diikuti dengan amalan di atas hingga matahari terbit, akan banyak keberkahan yang didapatkan. Setelah matahari sepenggalah naik, bisa dilanjutkan dengan sholat dhuha. Semuanya merupakan bekal ruhiyah yang akan memberikan spirit dalam melakukan kegiatan sehari-hari untuk meraih ridho Allah SWT.,,iya seharusnya Q tidak meninggalkan waktu itu, tapi apa d aya nasi sudah menjadi bubur.

    Memang segala sesuatu itu kalau tidak dikerjakan dengan ikhlas akan membuat Qt semakin kesulitan menyelesaikannya, bahkan menjadi kacau sama sekali. ada saja yang membuat Q datang terlambat. tidak tau kenapa tidak seperti biasanya , motor belum di panasi, belum dikeluarin..mau nyuruh adik --> gak bisa mbak takut jatuh,,itu pasti jawabannya,,dan dalam hatipun../sayang2 kalau jatuh kasihan motornya, hehehe :D, maf ya dek !!!!, ya sudah dengan terburu2 Q keluarin kuda besi yg sangat setia mengantar kemanapun Q pergi ( tnks my blue horse,,hehe). Q mulai starter,,tapi sulit sekali, Q coba berkali2 tapi sama saja. ya Allahhh hampir putus asa....setelah Q ingat2 apa yg salah ini ? ternyata jawabannya adalah " Q lupa menyebut Asma Allah, Q lopa berdo'a " dengan kejadian itu Q ingat pernah membaca sebuah artikel tentang spirit bismillah iya , Bismillah adalah murooqobah, merasakan kehadiranAllah begitu dekat, mengawasi, mengiringi, mendampingi, menunjuki, dan meneguhkan pijakan kaki. “Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karna itu hendaklah kepada Allah saja orang-2 mukmin bertawakal” (Q.S. Ali ‘Imran: 160), Subhanallahhhhh walhamdulillah Allahuakbar. Ampuni Q ya Allah.....banyak kelalaian, kehilafan dan dosa yang telah Q perbuat. tapi kasih-Mu tiada tara. bahkan dalam keadaan Q lalaipun Engkau dengan setia membimbing dan menyayangiQ. thanks to Allah...
    .........
    Alhamdulillah, Elhamdulillah
    All praises to Allah, All praises to Allah
    Alhamdulillah, Elhamdulillah
    All praises to Allah, All praises to Allah
    ....(maherzain/ thanks to Allah)  :D

    Back --> Setelah membaca Bismillahirrohmanirrohimmm Q mulai starter lagi dan ternyata  subhanallahh bremm bremm nyala itu motornya, tak Q sia2kan waktu yg sudah mepet itu (emang apa? hehe), langsung Q maluncur kekampus......tak kurang dari 10 menit, akhirnya sampai juga. cobaan yg ke sekekian kali didepan tempat parkir Q harus antri untuk registrasi nomer polisi motor hehe ( sudah scedul khusus untuk setiap kendaraan sepeda motor yang masuk kampus di catat dalam buku besar pak security --> dijurnal, hehe) iya untuk keamanan saja. setelah dicatat diberi kartu parkir yang bernomor. ( untuk kroscek kartu parkir harus sesuai dgn nomer polisi yg dicatat dlm ledger pak security, hehe). lebih dari 5 menit antrian itu Q dengan setia menunggu giliran,,akhirnya bagian Q jg....dalam hati" Astagfirullah ya Allah teguhkan hatiQ untuk selalu sabar dalam setiap keadaann.Amien). sampai ditempat parkir Q taruh motor dipaling ujung dibawah pohon nangka, dengan alasan biar gak jauh jalannya hehe. karena letaknya dekat dengan kelass..lumayan. :D.
    Dengan penuh semangat Q berjalan dengan durasi yang tidak seperti biasanya (baca: lari) menaiki tangga, untungnya kelas berada dilantai 2 jadi tidak terlalu lama untuk menuju kelas. sampai depan pintu ruang C201 Q berhenti " bismillahhhh Q titipkan semua ilmu yg Engkau berikan ya Allah, berikan kepadaQ disaat Q mebutuhkannya, jangan Engkau buat Q lupa akan ilmu itu. Amien ". Q ketuk pintu" Assalamualaikum "....walaikumslam jawab teman2,,,Alhamdulillah" terimakasih do'anya sahabatQ (gumamQ alam hati), tak segan2 Q langgsung ambil soal di depan pengawas'' pak saya minta soal dan lembar jawabannya "...silahkan jawab pak pengawas....." terimakasih pak. langsung Q duduk dibangku nomer 3 dari depan dibarisan paling kanan (mepet tembok..baca: detail bgt)..Alhamdulillah tdk lupa untuk mengucap Bismillah...Q mulai membuka soal ujian.....////berapa soal Q lewati karena masih mencari soal yg lebih mudah untuk dikerjakan/// sampai sampai Q terlalu santai untuk mengambil pulpen ,,maaf..Q berusaha mengerjakan soal.........(tak perlu di ceritakan proses mengerjakan sicantik akuntansi itu, terlalu indahhhh :`(  )

    Ketika Q asik membelai soal itu, tiba2 pengawas,,tolong segera dikumpulkan waktu sudah habisss...* DEGGG...waktunya.Q tengok jam ditanganQ..iya sudah habis waktunya..tapi jawabannya...ya Allahhh....//;''//''''pasrahdanberjanjiakanmemperbaikinyamintaujiansusulan'''???//,,sudah sekesai ujian jam pertama...Q keluar dengan santai sambil senyum2 padahal dalam hati ingin menangiss dan menjeritt tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur, kecuali kita membuat nasi lagi...diperbaiki dan dimasak dengan seenak mungkin, * Right kata bang ippho :D .ada teman yg ajak " ayo kita beli es buah......itung2 buat mendinginkan suasana,,,,ayo ! hanya kata itu yang keluar......, pengen pulanggg Q. kataku pda temenQ (S dan Y) hehe susi dan yuni...Akhirnya setelah berbicara panjang lebar dikantin agak sedikit berkurang rasa kecewa itu. Alhamdulillah thanks ya ukht ( susi dan yunita)...Apa yang dapat Q ambil dari peristiwa itu :
    • Bagaimanapun keadaan dan situasinya selalu ingatlah nama Allah, pasti Dia akan menyertai orang2 yang sabar dan mengingat-Nya. Bissmilah: dengan nama allah
      Segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah milikNYA maka sebutlah itu di setiap denyut nadi dan hatimum karena kau akan kembali kepadaNYA.
    • Jangan lengah untuk persiapan ujian, kalau kata orang jawa " belajar wayangan" itu tidak baikkkkkk,,bahkan sangat merugikan sekali.
    • Lakukan sesuatu dengan tenang, jangan terburu-buru,
    • Jadikan Ilmu itu sebagai kawan, jangan jadikan beban yang justru mengganggu aktifitas. cintailah semua ilmu yang baik.
    Apa yang harus Q lakukan untuk kedepannya :
    •  Lebih banyak belajar sistem " nyicil " hehe, sebisa mungkin membagi waktu antara kerja dan kuliah. sehingga masing2 tidak saling  menganggu. karena dua2nya sangat dibutuhkan tartiiii :D
    • Sesering mungkin berkomunikasi dengan teman yang aktif masuk kuliah, karena mengingat terlalu sering terlambat karena masih kerja, atau gak bahkan sering tidak masuk kuliah karena tuntutan pekerjaan.
    • Lakukan Segala sesuatu dengan senang hati sayangggg ( baca: tarti), with smile.
    • Buar progress kedepn yang lebih cantik lagi. :D

     Tetap semangat ! ! ! ! !